Badai Dahlia Mengancam, Pelabuhan Merak Tutup

By: On: Dibaca: dibaca 9.45Rbx
Badai Dahlia Mengancam, Pelabuhan Merak Tutup

 

PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP Indonesia Ferry), sejak sore tadi sekitar pukul 17.45 WIB, menutup sementara seluruh aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Sebab, tinggi gelombang laut bisa membahayakan penyeberangan di tengah Selat Sunda.

“Kami mohon pengertian kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, karena cuaca di Merak sangat ekstrem,” ucap Intan Sugiharti selaku Pelaksana Tugas (Plt) Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Kamis (30/11/2017).

Karena ketinggian gelombang di Selat Sunda mencapai lima meter dengan kecepatan angin mencapai 45 knot, maka Pelabuhan Merak belum bisa dipastikan kapan akan dibuka kembali.

“Keputusan penutupan diambil berdasarkan rapat bersama antara PT ASDP Ferry Indonesia, Gapasdap, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan KSOP Merak,” jelasnya.

Dampak penutupan Pelabuhan Merak yang menjadi pusat aktivitas penyeberangan antara Pulau Jawa menuju Sumatera dan arah sebaliknya, bisa berakibat pada kegiatan perekonomian di kedua pulau tersebut.

“Sebesar apa pengaruhnya belum bisa dilihat dampak nya. Kerugian hanya ada di pengusaha, perekonomian di masyarakat tidak terpengaruh,” ujar Heri Sofian, dosen Fakultas Ekonomi STIE Dwi Mulya Banten, saat ditemui di ruangannya, Kamis ini.

Jika penutupan Pelabuhan Merak sampai berhari-hari, maka akan terjadi kenaikan harga kebutuhan sembako di Pulau Sumatera, karena stok yang menipis. “Kalau sudah seminggu dua minggu baru terasa dampaknya. Kalau setelah tiga hari, baru ada dampaknya kenaikan harga,” ia menjelaskan.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!