by

Ayo Ikut Program Guru Belajar, 1 – 19 Desember 2020. Ini Cara Mendaftarnya

-Pendidikan, Update-dibaca 6.89Rb kali | Dibagikan 38 Kali

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) meluncurkan Program Guru Belajar secara daring (online).

Program yang akan dilaksanakan mulai 1 – 19 Desember 2020 terbagi dalam beberapa tahap kegiatan yakni Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan Kilat (Diklat) dan Pengimbasan.

Baca juga: Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, Kemenkominfo Targetkan Layanan 4G di 12.548 Desa

Baca juga: Tahun Pelajaran 2020/2021 di Provinsi Jawa Barat Tetap Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Pemprov Jateng dan Telkomsel Dukung PJJ Pelajar. Bagikan 700 Ribu Kartu Perdana

Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril menuturkan, tujuan dari program Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis beban kurikulum yang disederhanakan. Selain itu, Guru Belajar juga bertujuan mengembangkan kemampuan guru mengelola PJJ dan meningkatkan skill guru menggunakan teknologi. Guru juga diajak meningkatkan kemampuan melakukan asesmen PJJ supaya kualitas belajar semakin baik.

“Sebanyak lima angkatan akan mengikuti bimtek. Selanjutnya panitia akan menyeleksi peserta untuk mendapatkan tiga angkatan yang nantinya mengikuti tahap diklat dan pengimbasan,” ungkapnya.

Baca juga: FSGI: Jangan Geser Tahun Ajaran Baru dan Tetap Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah: Sektor Pendidikan Hendaknya Menjadi yang Terakhir Diaktifkan Kembali ke Kondisi Normal Baru

Baca juga:  Dinas Pendidikan DKI Jakarta Luncurkan Siap Belajar Tahun Ajaran Baru

Ia mengungkapkan, program ini telah diujicobakan kepada 984 guru yang terdiri dari 208 Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 257 Guru Sekolah Dasar (SD), 261 Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 258 Guru Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA dan SMK).

Baca juga: Mendikbud Nadiem Anwar Makarim: Jenjang Sekolah Dasar  dan PAUD Tak Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim Tegaskan Tidak Benar Pelajaran Sejarah akan Dihapuskan

Baca juga: Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Menilai Hasil Survei Belajar dari Rumah Tunjukkan Angka Positif 

“Informasi lebih lanjut dapat mengakses laman resmi: www.gurubelajar.kemdikbud.go.id. Syarat peserta pun sangat terbuka. Program ini dapat diikuti semua guru semua mata pelajaran pada seluruh jenjang dan jenis pendidikan yang telah mempunyai akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMKB).,” lanjutnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal GTK Kemendikbud, Nunuk Suryani menambahkan,  para guru perlu punya bekal yang cukup baik secara pedagogi maupun teknologi untuk mengajar secara jarak jauh.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim :  Belajar dari Covid-19 

Baca juga: Kemendikbud Anjurkan Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Online

Baca juga: Ini “Merdeka Belajar” Ala Mendikbud Nadim

“Itulah sebabnya Ditjen GTK meluncurkan kembali program ini. Kemendikbud selalu berusaha membantu mutu pengajaran guru mengajar dengan tetap bermutu pada kondisi darurat seperti sekarang ini,” ujar Nunuk.

Ia merinci, tahap pertama Program Guru Belajar adalah Bimbingan Teknis (Bimtek). Pada tahap ini peserta akan mempelajari konsep PJJ, kurikulum kondisi khusus, asesmen diagnostik, model PJJ, serta penggunaan teknologi dan sumber belajar.

Tahap kedua, peserta diikutsertakan dalam h Pendidikan dan Latihan (Diklat). Diklat diikuti oleh peserta yang telah lulus tahap pertama dengan skor minimal 70. Pada tahap kedua, peserta ditantang merancang, melakukan, dan merefleksikan PJJ.

Tahap ketiga adalah Tahap Pengimbasan, yang diikuti peserta yang telah lulus tahap kedua. Pada tahap akhir ini, guru diundang menjadi bagian perubahan pendidikan dengan mengajak guru lain mengikuti “Guru Belajar Seri Masa Pandemi” melalui Penilaian Kinerja Guru (PKG), Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Program Guru Belajar memiliki sejumlah kelebihan. Program ini fleksibel. Guru dapat mengatur belajar secara mandiri. Selain itu, guru mudah mempelajari konten yang sudah diuraikan dalam unit-unit belajar. Guru juga bisa bertukar pikiran dan pengalaman dengan rekan-rekan lain. Guru juga otonom dalam merancang, melakukan, dan merefleksikan PJJ. Selain itu, para guru yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat bimtek 32 Jam Pertemuan (JP), sertifikat diklat 32 JP, dan piagam penghargaan,” ungkapnya

Untuk diketahui, UNESCO merilis sebanyak 90% atau setara 1,3 miliar siswa di dunia terpaksa belajar dari rumah karena wabah covid-19. Data Kemendikbud mencatat, di Indonesia ada 96,6% siswa yang belajar dari rumah. Sebanyak 86,6% siswa Indonesia belajar di rumah dengan mengerjakan tugas dari guru. Pembelajaran yang interaktif, hanya berhasil dilakukan oleh 38,8% populasi.

Sebanyak 53,55% guru kesulitan mengelola kelas selama PJJ, dan 49,24% guru terhambat melaksanakan asesmen PJJ. Guru juga sulit menggunakan teknologi selama PJJ, dengan jumlah 48,45%. Biaya komunikasi digital juga menjadi beban bagi guru. Rata-rata guru menghabiskan Rp 190 ribu untuk membeli kuota internet dan pulsa. Kabar baiknya, 89,1% orangtua terlibat mendampingi anak belajar dari rumah,” ungkapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya