Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Purbalingga Terbentuk

By: On: Dibaca: dibaca 40.46Rbx
Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Purbalingga Terbentuk

Pengurus harian Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Purbalingga dilantik, Kamis (17 Oktober 2019) di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Priyanto, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP N 3 Mrebet dipercaya untuk memimpin 650 guru PAI dari seluruh sekolah yang ada di Purbalingga

“Selamat kepada pengurus AGPAII terlantik semoga bisa menjalankan amanah dengan baik serta terus bergerak dengan ikhlas untuk mencerdaskan serta membentuk akhlak anak-anak Purbalingga menjadi lebih baik,” tutur Sridadi Staf Ahli Bupati Bidang  Pemerintahan mewakili Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi

Sridadi berpesan, profesionalisme guru termasuk guru PAI yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan dari pemerintah harus diimbangi dengan kerja keras para guru PAI untuk bekerja keras serta berkomitmen tinggi terhadap anak didiknya. Mencerdaskan yang menjadi tupoksi guru akan sangat berkontribusi besar dalam pengentasan kemiskinan khususnya di Purbalingga. Dirinya menilai kebodohan serta keterbelakangan adalah pangkal dari kemiskinan yang harus diberantas bersama.

“Guru PAI juga harus ikut mengentaskan kemiskinan di Purbalingga yang angkanya sekarang adalah 15,6% dengan cara mencerdaskan anak didiknya. Dengan anak didik cerdas, kebodohan dan keterbalakangan yang menjadi akar kemiskinan akan tereduksi,” imbuhnya.

Priyanto menambahkan, tantangan besar yang dihadapi semua pihak termasuk AGPAII adalah menyampaikan secara komprehensif kalau Indonesia adalah bangsa yang heterogen kepada anak didik. Dunia maya yang semua orang sudah ada di dalamnya, tak jarang disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita yang memprovokasi sehingga berujung pada intoleransi pada antar umat beragama.

“Tantangan kita pada hari ini adalah tentang bagaimana menjelaskan tentang keberagaman Indonesia di era disrupsi ini sehingga sikap intoleransi pada anak didik bisa direduksi dengan baik,” pungkasnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!