Askab PSSI Purbalingga Persoalkan Pungutan Tiket ke Penonton

By: On: Dibaca: dibaca 11.86Rbx
Askab PSSI Purbalingga Persoalkan Pungutan Tiket ke Penonton

 

Turnamen Sepakbola Piala Ketua DPRD Disoal

Pengurus Askab PSSI Purbalingga, Indaru Setyo Nurprojo mempersoalkan pelaksanaan Turnamen Sepakbola Piala Ketua DPRD Purbalingga di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga disoal. Pasalnya panitia pelaksana (panpel) turnamen memungut biaya tiket masuk kepada penonton.

“Padahal semua kebutuhan anggaran sudah tercover di anggaran APBD,” ungkapnya, Selasa (28 November 2017).

Indaru menegaskan turnamen dilaksanakan dengan alokasi anggaran dari APBD. Pihaknya juga heran mengapa pelaksana turnamen masih memungut biaya tiket masuk kepada penonton.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Adi Yuwono mengatakan turnamen tersebut sudah dianggarkan melalui APBD tidak perlu membenani masyarakat. Sehingga apabila menarik tiket masuk kepada penonton itu menyalahi aturan.

“Turnamen ini juga membawa nama institusi DPRD. Jangan sampai disalahgunakan,” ujarnya.

Turnamen tersebut dilaksanakan sejak Minggu (26 November 2017) hingga  Rabu (13 November 2017 )dan diikuti 18 tim kecamatan. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Imam Hadi selaku penanggung jawab mengatakan  Untuk juara pertama mendapatkan uang tunai sejumlah Rp. 5.000.000,  juara kedua  Rp. 4.000.000 , juara ketiga dan keempat Rp. 2.500.000

“Selain itu ada hadiah tambahan sebesar Rp. 1.000.000 yang akan diberikan untuk pencetak gol terbanyak dan juga  bagi pemain terbaik (the best player) pada turnamen ini,” katanya.

Kades Karangbanjar Tatang Saputra mengatakan panitia pelaksana (panpel) turnamen berasal dari pemuda desa setempat. Pungutan tiket masuk memang dikelola oleh panpel. Nantinya akan digunakan untuk menutupi biaya operasional panpel selama turnamen.

“Tiket masuk juga relatif murah,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Purbalingga Bambang Irawan menyampaikan bahwa anggaran untuk pelaksanaan turnamen tersebut sekitar Rp 70 juta. Pihaknya juga mendapatkan laporan apabila penonton di turnamen tersebut dibebani tiket masuk. Besarnya Rp 3000 setiap penonton.

“Walau tiket masuk tidak besar, namun ini sudah menyalahi. Tempat pelaksanaan turnamen ini juga tidak representatif. Seharusnya turnamen ini digelar di Stadion Goentoer Darjono” tegasnya. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!