Artefak Masih Kerap Ditemukan Warga

By: On: Dibaca: 6,896x
Artefak Masih Kerap Ditemukan Warga
Sisa bahan gelang batu yang dikoleksi oleh warga

Pasca penelitian, sebagian artefak memang diamankan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta sebagai sampel. Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak artefak yang terkubur, sebagai benda warisan kebudayaan masa lampau.

Salah satu warga dari Dusun Trondol Kidul, Tobingah (60) mengaku masih sering menemukan artefak-artefak dari sisa perbengkelan purbakala itu. Bahkan seringkali ia dengan sengaja mencarinya karena memiliki nilai jual.

“Batu-batunya (artefak,red) tidak ditemukan begitu saja di permukaan tanah. Setidaknya sedikit digali saat mencangkul akan menanam pohon atau membersihkan rumput liar, biasanya ditemukan,” katanya.

Batu yang sering ia temukan ternyata adalah lempengan batu bundar halus. Secara arkeologis disebut dengan sisa bahan gelang. Tobingah mengaku memperjualbelikannya bukan alasan benda antik, melainkan batu yang bisa dijadikan bahan perhiasan cincin akik, terlebih saat trend batu akik tahun 2015 silam.

“Dulu saya jual per kepingnya Rp 10.000. Tapi sekarang sudah tidak musim lagi batu akik sehingga sudah tidak ada lagi yang nyari,” katanya sambil menunjukan 6 keping artefak simpanannya yang belum laku.

Sementara itu Arkeolog Purbalingga, Adi Purwanto SS Msi mengungkapkan adanya keunikan karakter batu-batu yang ada di  Desa Limbasari ini. Desa yang berada di kaki Bukit Plana dan sebelah barat Sungai Tungtunggunung ini kaya akan batu rijang warna hijau zamrud.

“Mungkin itulah mengapa disini dijadikan semacam bengkel produsennya. Artisan (masyarakat purba,red) saat itu sudah bisa memilih batu yang bagus dan untuk dijadikan perhiasan gelang,” tuturnya. (ganda kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!