APLIKASI SIFAT PENGERJAAN HITUNG  MATEMATIKA – Diarti, S.Pd *)

By: On: Dibaca: 6,910x
APLIKASI SIFAT PENGERJAAN HITUNG  MATEMATIKA – Diarti, S.Pd *)

Pembelajaran  Mata Pelajaran Matematika yang biasa sering kita jumpai di kelas hanya baru sebatas konsep penanaman konsep, dan pemahaman konsep. Aplikasi atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari belum dilakukan sehingga siswa beranggapan belajar hanya sekedar menghafal fakta, konsep dampaknya siswa akan mudah bosan. Mengapa demikian? Karena kita biasanya hanya berkutat pada buku yang ada dan memang benar kita sudah menyampaikan materi tersebut sesuai dengan buku yang ada jadi apabila materi pada buku itu sudah tersampaikan selesailah pembelajaran yang dilakukan itu anggapan sebagian siswa.

Bila pembelajaran hanya semacam itu semua orang bisa menjadi guru. Kita tahu bahwa guru adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan keahlian, karena guru adalah sebuah profesi. Sesuai dengan kompetensi Pedagogi subkompetensi kurikulum pada indikator memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran guru benar-benar teruji kompetensinya.

Maka kita sebagi guru harus selalu belajar dan belajar agar dapat menjabarkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, kita sebagi guru harus benar-benar paham apa maksud dan tujuan materi tersebut diajarkan dan pengalaman belajar apa yang harus diperoleh siswa dalam mempelajari materi tersebut

Sebuah contoh pelaksanaan pembelajaran Kelas V mata pelajaran Matematika  Kompetensi Dasar Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran pada indikator menggunakan sifat komutatif (pertukaran), assosiatif (pengelompokkan), dan distributive (penyebaran) dalam perhitungan.

Kalau guru hanya berkutat pada sebuah buku dan menganggap buku adalah sebuah “Kitab Suci” maka maksud dan tujuan serta pengalaman belajar yang diperoleh siswa tidak akan dapat terwujud.

Siswa langsung diberi tugas mengerjakan latihan yang ada pada buku tentu anak hanya akan mencontoh tanpa dasar konsep yang diperoleh dalam pembelajaran. Dengan pembelajaran yang semacam itu siswa akan menemukan kesulitan berikutnya manakala siswa menghadapi permasalahan atau soal-soal yang semestinya bisa dijawab dengan cepat, namun anak akan menghitungnya dengan urut seperti yang pernah dipelajari di kelas sebelumnya.

Untuk meminimalkan hal tersebut minimal guru tahu maksud dan tujuan materi tersebut. Diharapkan guru dapat mengaplikannya materi tersebut untuk berhitung cepat, dan guru harus kreatif membuat permasalahan untuk aplikasi tersebut. Dengan demikian siswa dapat memperoleh  pengalaman belajar yang sangat berharga dan berkesan serta akan selalu teringat sampai kapanpun. Untuk melatih siswa memahami konsep tersebut bisa dengan cara “mencongak” dan siswa dapat menghitung dengan cepat sebuah pengerjaan hitung serta merasa senang dalam belajar matematika.

Aplikasi Operasional Hitung untuk mempercepat penghitungan (mencongak)

Penggunaan bilangan-bilangan yang mempunyai pola tertentu: Hasil perkalian dua buah bilangan akan selalu sama manakala salah satu faktor dikalikan dan faktor yang lain dibagi dengan bilangan yang sama. Dari dasar tersebut kita dapat memanfaatkannya untuk penghitungan yang mudah dan sangat cepat.

Tip atau caranya bila bilangan atau faktor-faktor pada perkalian ada bilangan yang dapat dikelompokan dan dikalikan dengan sebuah bilangan yang menghasilkan penghitungan yang mudah dan cepat maka faktor yang lain dibagi dengan bilangan yang untuk mengalikan faktor tersebut. Pendalaman materi ini bias lewat ‘ mencongak’ dan siswa cukup menuliskan hasilnya lima siswa tercepat dapat diberikan hadiah tepuk tangan dan lain sebagainya.

Berdasarkan dari beberapa contoh tersebut kita selaku guru dapat mencari dan mencoba pola-pola perhitungan yang lain untuk mempercepat perhitungan sehingga siswa merasa senang sehingga siswa termotivasi untuk kreatif mencoba pola-pola sederhana yang lain dari pengalaman belajar yang mereka peroleh. Dengan demikian karakter mata pelajaran matematika kreatif dan kritis akan tertanam. Harapan penulis dari apa yang telah diuraikan dapat meberikan sedikit pengaruh dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan lewat pembelajaran yang bermakna sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar dan dapat mengaplikasikan atau menerapkannya dalam kehidaupan sehari-hari.

*) Penulis adalah Kepala SD Negeri 1 Rajawana  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Karangmoncol

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!