Apa Itu Badai Cempaka dan Badai Dahlia?

By: On: Dibaca: dibaca 10.69Rbx
Apa Itu Badai Cempaka dan Badai Dahlia?

Pertama kali dalam sejarah, dalam minggu yang sama telah lahir dua badai atau siklon di wilayah Indonesia, yaitu badai Cempaka dan badai Dahlia. Seperti apakah badai keduanya?

Badai Cempaka

Pada Senin, 27 November 2017 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan telah terbentuk badai Cempaka. Letaknya berada di perairan Selatan Jawa Tengah, sekitar 100 km sebelah selatan tenggara Cilacap. Lebih tepatnya di titik 8,6 lintang selatan dan 110,9 bujur timur.

Badai Dahlia

Nah, di hari Rabu, 29 November 2017, badai Cempaka tersebut melemah dan menjauhi Indonesia. Namun setelahnya lahir badai baru bernama badai Dahlia. Badai ini muncul di wilayah 470 km sebelah barat daya Bengkulu. Tepatnya di titik 8,2 derajat Lintang Selatan dan 10,8 derajat Bujur Timur.

Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG yang bernama Mulyono Rahadi Prabowo, sebenarnya badai yang lahir di Indonesia masih sangat jarang. Ia berkata bahwa ini merupakan pengalaman baru bagi kita karena dalam setahun telah lahir dua badai baru. Setelah badai Dahlia, bisa saja akan lahir badai baru lainnya dalam waktu dekat ini.

Penyebab Munculnya Badai

Ini dipengaruhi oleh perbedaan tekanan yang tidak merata di permukaan wilayah Indonesia. Selain itu, ini juga dipengaruhi oleh perubahan suhu permukaan laut.

Saat ini, matahari berada di bagian selatan Bumi dan membuatnya lebih hangat dibandingkan dengan belahan bumi utara. Perbedaan ini membuat atmosfer di belahan Bumi selatan lebih cair dan lebih renggang. Oleh sebab itu, tekanan udara pun menjadi lebih rendah

Masa Lahir Badai Baru di Indonesia

Masa panen badai di Indonesia terjadi pada bulan November hingga Januari. Namun saat matahari berada di belahan Bumi utara, yaitu antara bulan Maret hingga September, negara Filipina lah yang akan menjadi lahan panen lahirnya badai baru.

Penamaan Badai, Kesepakatan Badan Meteorologi Seluruh Dunia

Kenapa dua badai itu diberi nama-nama bunga. Dinamakan seperti itu bukanlah tanpa sebab. Ini karena badan meteorologi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, punya kesepakatan dalam pemberian nama badai ini.

Nama Bunga

Sebelumnya oleh BMKG sudah menyediakan dua kelompok nama, misalnya nama-nama wayang. Namun, saat ini diubah menjadi nama-nama bunga agar netral.

Menurut WMO (World Meteorilogical Organization), penamaan badai ini bertujuan untuk membantu kita mengingat dan memudahkan wartawan dalam menuliskan berita.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!