Angka Putus Sekolah di Banjarnegara Masih Tinggi

By: On: Dibaca: 104,007x
Angka Putus Sekolah di Banjarnegara Masih Tinggi

Wajar 9 Tahun Belum Sukses

Program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun di Kabupaten Banjarenagara, dinilai belum sukses. Indikatornya antara lain masih banyak anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal dan juga Angka Putus Sekolah (APS).

Kasubbag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan (PEP) Dinas  Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten  Banjarnegara, Haryanto Agus menjelaskan, pada tahun pelajaran 2014/2015, terdapat 94 siswa SD yang putus sekolah dan untuk MI, terdapat 43 siswa yang tidak sampai lulus.

“Untuk SMP, siswa yang putus sekolah sebanyak 247 siswa. Sedangkan untuk MTs, siswa yang putus sekolah sebanyak 117 siswa,”ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara, Bambang Prawoto Sutikno menilai, perlu ada akselerasi untuk menyukseskan Wajar 9 Tahun. “Wajar 9 tahun ini kewenangannya ada di daerah. Sedangkan untuk yang 12 tahun kewenangannya ada di provinsi dan pusat,” ujarnya kepada Lintas24.com.

Menurut dia, karena perlu ada akselerasi, legislatif mengusulkan Raperda inisiatif yang kini masih terus digodok. “Rata-rata lama sekolah kita baru 6,37 tahun. Artinya, masyarakat Banjarnegara banyak yang belum tamat SMP. Bahkan kelas 1 pun belum,”  kata dia.

Dia menjelaskan, hal ini antara lain disebabkan rendahnya kesadaran orang tua untuk mendorong anaknya tamat hingga SMP. “Masih ada orang tua yang membiarkan anaknya tidak sekolah. Padahal setelah SD atau MI semestinya meneruskan ke SMP atau sederajat,” paparnya.
Menurut Bambang, saat ini ada kecenderungan angka putus sekolah meningkat dan tingkat partisipasi masyarakat dalam mengenyam  pendidikan juga masih rendah. Dia menegaskan, yang masih menjadi persoalan Raperda ini, yakni mekanisme reward and punishment.
“Nantinya akan melibatkan kecamatan dan desa, untuk keberhasilan Wajib Belajar 9 Tahun. Nanti desa yang masih memiliki banyak anak usia sekolah dan tidak bersekolah akan akan mendapatkan punishment, sehingga desa akan mempunyai peran untuk mendorong warganya untuk bersekolah,” imbuhnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!