by

Anggota KPPS di Pilkada Purbalingga Belum lengkap. Pendaftaran Diperpanjang Hingga 18 Oktober 2020

-Politik, Update-dibaca 4.46Rb kali | Dibagikan 16 Kali

Pendaftaran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Kabupaten Purbalingga yang semula hingga 13 Oktober 2020 diperpanjang hingga 18 Oktober 2020.

Perpanjangan ini dilakukan karena hingga batas akhir pendaftaran belum juga memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Padahal, nantinya anggota KPPS akan mulai bertugas mulai 24 November sampai 23 Desember 2020.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga, Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Kampanye KPU, Andri Supriyanto mengungkapkan, untuk Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, KPU membutuhkan 14.903 orang anggota KPPS. Nantinya akan bertugas mengisi 2.129 tempat pemungutan suara(TPS). Setiap TPS nantinya diisi oleh 7 KPPS dan 2 pihak keamanan.

“Anggota KPPS masih belum memenuhi kuota. Sehingga pihaknya memperpanjang waktu pendaftaran. Minimnya pendaftar karena diprediksi karena kekhawatiran masyarakat rawan terpapar covid,” ungkap Andri kepada media siber lintas24.com, Kamis (15 Oktober 2020)

Ia mengakui, pilkada 2020 ini memang berbeda dibanding sebelumnya. Pesta demokrasi kali ini diselenggarakan di tengah pandemi covod 19. Setiap elemen dari petugas pelaksana pilkada 2020, sama saja menjadi agen penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid – 19.

“Termasuk anggota KPPS, salah satu syaratnya harus terbebas dari covid. Kami akui memang ada ketakutan ditengah masyarakat untuk mendaftarkan diri ikut berpartisipasi sebagai petugas penyelenggara pemilu, karena pilkada 2020 berbeda, dilaksanakan saat pandemi,” kata Andri.

Ia mengatakan, anggota KPPS maupun Linmas dibekali alat pelindung diri. Tentunya harus menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan para pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya, harus hadir sesuai waktu undangan dan tempat duduk antri di TPS diberi jarak minimal 1 meter. Selain wajib mengenakan masker, pemilih diukur suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum memasuki TPS.

“Panitia juga menyediakan sarung tangan untuk setiap pemilih guna menghindari penyebaran Covid -19. Kemudian, sebagai tanda pemilih telah menggunakan hak pilihnya, tinta tidak dicelupkan melainkan diteteskan oleh petugas,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya