by

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 Disahkan Presiden Joko Widodo

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2020 sudah resmi dijalankan. Peraturan presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 telah ditanda tangani Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan ini sekaligus merubah Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang perubahan postur dan rincian anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020.

Perpres 72/2020 diteken Presiden Jokowi pada tanggal 24 Juni 2020 dan diundangkan pada tanggal 25 Juni 2020 oleh Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly. Namun, pembiayaan anggaran yang belum dirinci dalam Perpres 72/2020 akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Mengutip lampiran Perpres 72/2020, Minggu (28 Juni 2020), defisit anggaran ditetapkan sebesar 6,34% atau setara Rp 1.039,2 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka defisit didapat lantaran pemerintah menetapkan target pendapatan negara sebesar Rp 1.699,9 triliun dan belanja negara sebesar Rp 2.739,1 triliun.

Target pendapatan negara yang mencapai Rp 1.699,9 triliun ini mengalami penurunan 3,46% dari target yang tertera pada Perpres 54/2020 yang sebesar Rp 1.760,9 triliun. Sedangkan anggaran belanja yang sebesar Rp 2.739,1 triliun mengalami peningkatan 5% dibandingkan dengan target di Perpres 54/2020.

Target pendapatan negara yang mencapai Rp 1.699,9 triliun itu berasal dari beberapa sektor, pertama perpajakan yang ditarget Rp 1.404,5 triliun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp 294,1 triliun, dan hibah sebesar Rp 1,3 triliun.

Sementara anggaran belanja negara Rp 2.739,1 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.975,2 triliun. Di dalam anggaran tersebut tercatat Rp 358,8 triliun merupakan tambahan belanja untuk penanganan pandemi COVID-19. Sedangkan sisanya untuk transfer ke daerah dan dana desa yang sebesar Rp 763,9 triliun, termasuk di dalamnya tambahan belanja penanganan pandemi Rp 5 triliun.

 

 

Comment

Feed Berita