by

Anak Bajang Dieng Dicukur Rambutnya Dalam Dieng Culture Festival 10

-Wisata-dibaca 32.62Rb kali | Dibagikan 25 Kali

Dieng Culture Festival 10 di pelataran Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (4 Agustus 2019) diisi dengan rangkaian kegiatan ruwatan cukur rambut gembel yang diikuti anak bajang (sebutan untuk anak yang berambut gimbal).

Anak bajang yang akan ikut prosesi cukur gimbal sebelumnya dikirab keliling desa Dieng dan terlebih dahulu, dijamasi di Darmasala di komplek Candi Arjuna. Kemudian dicukur rambutnya di antara Candi Arjuna.

Tahun ini ada 11 anak keturunan Nyi Ronce Koloprenih yang diruwat, semunya berjenis kelamin perempuan. Seperti ruwat rambut gembel sebelumnya, setiap anak memiliki permintaan khusus yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ruwatan rambut gembel. Namun, permintaan anak rambut gembel tahun ini cukup lucu dan di luar nalar.

Dinda Syifa Ramadhani, bocah 4 tahun anak dari Mursinah ini ini meminta kentut dari ibunya yang dibungkus dengan plastik. Permintaan ini terus disampaikan Dinda sejak berusia 2 tahun.

Selain itu, bocah asal Desa Jlamprang Kecamatan Leksono, Wonosobo ini juga meminta satu butir telur puyuh. Hal ini tidak mengherankan, karena Dinda hobi makan telur puyuh.

“Bahkan setiap hari selalu makan telur puyuh. Jadi sebagai permintaan saat diruwat ini kentut dari saya (ibunya) dan telur puyuh,” ujarnya.

Permintaan aneh disampaikan anak bajang lainnya, Hanifa Rasyida Putri. Bocah enam tahun ini meminta berlibur ke pantai. Sehingga, nantinya setelah dilakukan ruwat cukur rambut gembel, orangtua langsung mengajak buah hatinya berlibur ke pantai.

Gejala anak rambut gembel ini sama antara satu anak dengan yang lainnya. Yakni diawali dengan panas tinggi. Bahkan, memiliki kecenderungan yang sama yakni lebih aktif dan memiliki kemauan yang kuat.

Pemangku adat Dieng, Sumanto mengatakan, anak rambut gembel ini memang cenderung lebih aktif dibanding anak pada umumnya. Namun, setelah diruwat akan kembali normal termasuk rambutnya pun tidak kembali gembel. “Diawali dengan panas, dan anak gembel itu lebih aktif. Tetapi nanti setelah diruwat ya biasa seperti anak-anak pada umumnya,” katanya.

Selama ia melakukan ruwatan rambut gembel sejak tahun 2002 lalu, hingga saat ini belum pernah melihat rambut tumbuh gembel lagi setelah diruwat. Asalkan, permintaan anak dituruti sesuai yang disampaikan anak.

“Selama saya mulai mencukur rambut gembel tidak ada yang tumbuh lagi. Memang ada sebelumnya, karena minta sepeda motor kecil dari pantia sudah diberi uang sebesar harga sepeda motor kecil. Tapi uang itu tidak dibelikan, jadi rambut gembelnya tumbuh lagi,” kata dia.

 

 

Comment

Berita Lainnya