Alumni SMEA Negeri Purbalingga Gelar Reuni PAS-88, Kebersamaan dalam Kesederhanaan

By: On: Dibaca: 32,958x
Alumni SMEA Negeri Purbalingga Gelar Reuni PAS-88, Kebersamaan dalam Kesederhanaan

Tak seperti biasanya, hari Sabtu waktunya libur, tapi SMKN  1 Purbalingga masih tampak lalu-lalang denyut kehidupan. Datang satu per satu orang-orang dewasa nampak menggunakan dresscode non formal mengisi buku tamu. Mereka kompak mengenakan kaos abu-abu berlengan navy blue bertuliskan Reuni Akbar 30 Tahun.

Sabtu, 31 Maret 2018 menjadi hari yang mengesankan bagi tamu-tamu itu. Mereka  ternyata adalah orang-orang yang saat remaja menimba ilmu di sekolah yang saat itu masih bernama Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Purbalingga ini. Saat saling bertemu, mereka saling menebak-nebak nama yang sedikit terlupa karena terpisahkan oleh masa. Ada juga yang langsung mengenali, meski dengan ekspresi pangling dengan kawan pernah akrab dalam babak kehidupnya itu.

Acara temu kangen menyatukan mereka dalam Reuni Alumni SMEA Negeri Purbalingga Angkatan 1988 ini. Panggung yang megah bertajuk Kebersamaan dalam Kesederhanaan di area lapangan voli menyambut mereka untuk menghibur dan memandu acara.

Acara dimulai dari sambutan-sambutan, menyanyikan lagu Indonesia-Raya dan Hymne Guru, pembacaan Kitab Suci Al Quran oleh siswa, serta penampilan aneka tarian tradisional oleh siswa SMKN 1 Purbalingga. Acara dihadiri sekitar 150 orang alumni SMEA Negeri Purbalingga Angkatan 88, 30 guru SMKN 1 Purbalingga baik yang masih aktif mengajar maupun yang telah purna tugas.

“Ide reuni ini, awalnya dari temen-temen yang sering kumpul. Gimana nih, kalau kita ngadain reuni? tapi bermanfaat untuk alumni juga. Lalu dibentuklah panitia. Tercetus juga bagaimana kalau acara di sekolah saja biar kenangan memorinya lebih mengena,” tutur Pungky Ismail  selaku Ketua Paguyuban Alumni SMEA Negeri Purbalingga Angkatan 88 (PAS’88).

Pungky mengenang angkatannya dulu ada sekitar 200 siswa dengan 7 kelas yang terdiri dari jurusan Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Perdagangan.  Semua rekannya ia kumpulkan melalui media sosial WhatsApp. Kemudian ia sebar informasi mengenai reuni ini secara getok tular hingga akhirnya bisa berkumpul bertatap muka.

Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi beberapa alumni juga memberi edukasi ke para siswa SMKN 1 Purbalingga yang masih aktif belajar. Hari itu, para siswa ini diberi semacam kuliah umum oleh anggota PAS’88 Dr Hadiono tentang perguruan tinggi, juga oleh Wahyu B. K yang memotivasi mengenai kewirausahaan.

 

 

Kenangan Semasa Sekolah yang Paling Berkesan

Tidak dipungkiri, masa-masa sekolah di SMEA bagi mereka merupakan momentum yang paling berksan dalam memori. Mereka bisa datang ke reuni ini bisa mengobati kepenatan aktifitas sehari-hari yang menjenuhkan juga bisa menghilangkan stres.

“Memori segar kembali di sini teringat semua kenangan masa lalu. Ada yang merasa pernah jago olah raga, bisa diceritakan lagi. Pernah punya pengalaman dimarahi guru mereka bisa kembali bercerita di sini pengalaman berkesan pribadi,” kata Pungky.

Tri Widiastuti bercerita, pengalaman yang paling berkesan bahkan paling berpengaruh dalam kehidupannya adalah kemahirannya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Dulu guru Bahasa Indonesia saya, Pak Ratno. Beliau paling pelit nilai, tidak ngasih nilai bagus kalau memang belum benar-benar bagus. Tapi saya bisa dapat nilai yang bagus, dari situ saya semakin meminati dunia sastra. Sehingga akhirnya saya bisa membuat karya sastra kemudian dikenal dan akrab dengan penyair-penyair nasional,” ungkapnya.

Tidak kalah menariknya juga dengan cerita dari Wahyu Budi Kustono, semasa sekolah ia pernah menjadi anak band dan juga menceritakan perjuangan mengatasi keterbatasan yang ada.

“Kami dulu membentuk band, tapi di sekolah ini termasuk di Purbalingga belum ada persewaan alat musik dan adanya di Banyumas. Akhirnya iuran agar bisa rental latihan. Giliran pentas memang hasilnya sangat bagus,” kenangnya.

Ia juga teringat dulu saat ia bersekolah, masing jarang sekali didapati komputer. Sekolah hanya menyediakan 1 komputer saja dan digunakan bergilir oleh siswa satu kelas sebagai sarana pembelajaran.

Kegiatan reuni ini juga diisi dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Tri Widiasuti yang berduet dengan penyair nasional Eddy Pramduane. Mereka membawakan puisi berjudul ‘Pada Sebuah Akhir’ karya Windu Setyaningsih saat hujan deras mengguyur.

Acara diakhiri dengan pemilihan Ketua PAS’88 melalui voting hingga terpilih Puji Astuti sebagai Ketua PAS’88 periode berikutnya.Setelah acara ini selesai kepanitiaan baru, bisa membuat lagkah-langkah ide atau program yang bermanfaat bagi alumni.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Purbalingga, Drs. Yosep Win Puji Punarwo MPd melalui kegiatan reuni ini ia berharap agar para alumni bisa memberi banyak manfaat bagi siswa. Ia juga menjelaskan bahwa SMKN 1 Purbalingga ini telah banyak mengalami perkembangan, baik dalam pembangunan fisik maupun prestasi. (Ganda Kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!