Ali Ashari Sopir Bupati Demak, Ditetapkan Tersangka Kecelakan di Tol Trans Jawa

By: On: Dibaca: 4,735x
Ali Ashari Sopir Bupati Demak, Ditetapkan Tersangka Kecelakan di Tol Trans Jawa

Ali Ashari sopir Bupati Demak ditetapkan tersangka setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di tol Trans Jawa KM 349 Kandeman, Kabupaten Batang, yang melibatkan mobil inova yang ditumpangi Bupati Demak, awal Maret lalu

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batang, AKP Ferdy Kastalani, dari hasil Olah TKP sampai dengan hasil keterangan yang didapat dari sopir Bupati Demak dan Sopir Dump Truk, pihaknya menetapkan satu orang untuk dijadikan sebagai tersangka.

“Setelah melewati sejumlah penyelidikan, akhirnya kami bisa tetapkan satu orang atas nama Ali Ashari bin Kasnadi sebagai tersangka. Dia, merupakan sopir KBM Minibus Kijang Toyota Innova Venturer No.Pol H-9507-PN yang membawa rombongan Bupati Demak,” ungkap Kasatlantas

Ali Ashari ditetapkan sebagai tersangka karena telah lalai dalam mengemudikan kendaraan bermotor, hingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia, orang lain luka-luka dan kerusakan kendaraan dan/atau barang.

“Tersangka kami nilai lalai, mangakibatkan satu orang dalam kejadian ini meninggal yakni ajudan Bupati Demak, Febri Dian Terial. Selain itu, tersangka juga telah mengakibatkan Bupati Demak dan satu orang ajudan lainnya, yakni Wijaya mengalami luka luka,” katanya.

Hal itu, kata Kasatlantas, sudah sesuai dengan apa yang dimaksud dalam pasal 310 Ayat (4),(2) UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sementara itu, untuk sopir KBM Truk Tronton Dump. No.Pol B-9426-ZA atas nama Arif Susanto bisa bernafas lega. Sebab, dia tidak ikut ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini, tersangka atas nama Ali Ashari telah dilakukan proses penyidikan dan telah dilakukan penahanan terhitung mulai tanggal 04 – 23 April 2019,” terangnya.

Sekadar untuk diketahui, sebuah mobil Toyota Inova Venturer berplat nomor polisi H 9507 PN tabrakan di jalur Tol KM 349 Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu (3/3) dini hari pukul 03.15 WIB. Mobil yang ditumpangi Bupati Demak, Mohammad Natsir, menabrak tronton. Akibatnya, seorang ajudan meninggal dunia, tiga penumpang lainnya diantaranya Bupati Demak mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Ferdy Kastalani, mengatakan, kasus kecelakaan tersebut berawal saat mobil yang dikemudikan oleh Ali Ashari (35) dengan membawa 3 penumpang, yaitu Bupati Demak dan 2 ajudan bupati, melaju dari arah barat (Bandung) menuju ke arah timur (Demak).

Saat itu, lanjut Kasatlantas, Mobil Toyota Inova berwarna Hitam yang dikemudikan oleh Ali Ashari melaju dengan kecepatan sedang di lajur dua. Berdasarkan keterangan Ali Ashari, saat itu lajur satu maupun dua dalam kondisi ramai. Saat tiba di wilayah tol Kandeman, tepatnya KM 349, Ali Ashari merasa kaget karena di depannya ternyata melaju sebuah truk tronton yang tidak dilengkapi dengan lampu belakang.

Seketika, Ali Ashari menginjak rem dan berusaha menyalip truk tronton yang berada di lajur dua itu dengan mengarahkan mobil ke lajur kiri. Namun dari arah belakang datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi.

Alhasil, Ali Ashari kembali kaget dan membanting kemudinya ke kanan. Akibatnya mobil yang dikemudikan menabrak bagian belakang truk tronton yang belum diketahui identitasnya.

“Kronologisnya, Toyota Inova menabrak bagian belakang truk tronton, namun truk tronton ini belum bisa diketahui, karena driver Toyota Inova sendiri tidak mengetahui identitas dari truk trontonnya. Oleh karena itu, kita minta bantuan PJR untuk mengecek keberadaan truk tronton di jalur tol, mulai dari Batang hingga pintu Kalikangkung,” terangnya.

Akibat kecelakaan itu, tiga penumpang mobil mengalami luka-luka, yaitu Bupati Demak Mohammad Nasir, ajudan Bupati Demak Wijaya, dan pengemudi Kijang Inova Ali Ashari. Sementara satu ajudan Bupati Demak, Febri Dien Terial, warga Petamanan, Rt 4 Rw 1 Pasuruan, Jawa Timur, meninggal dunia.

Keterangan itu dibenarkan sopir Bupati, Ali Ashar, warga Wonosalam Rt 2 Rw 2 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Ia mengaku kaget saat melaju ternyata ada sebuah truk tronton tanpa lampu belakang melaju tepat di depan mobilnya.

“Mobil melaju dengan kecepatan sedang ketika di depan tiba-tiba terlihat truk tronton bermuatan tanpa lampu belakang, saya kaget dan mengerem. Kemudian saya berusaha menyalip dengan mengambil lajur kiri. Tapi ternyata dari kiri (bahu jalan) melaju mobil kencang, akhirnya saya tidak jadi menyalip, dan kembali membanting setir ke kanan. Namun saat itu jarak sudah sangat dekat dengan truk tronton, akhirnya terjadilah tabrakan itu,” paparnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!