by

AKP Herni Suharyanti, S.Sos – Perempuan Cerdas HarusTegas

-Wanita-dibaca 100.85Rb kali | Dibagikan 43 Kali

herni

 

Peringatan Hari Kartini tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kaum hawa di Kabupaten Purbalingga boleh merasa bangga dengan peringatan Hari Kartini,  21 April 2016 ini. Pasalnya, acara puncak peringatan ditandai dengan upacara bendera yang seluruh peserta dan petugas upacara nya kaum hawa.

Pakaian yang dikenakan oleh peserta  dan tamu undangan dominan pakaian adat Jawa termasuk komandan upacara, walaupun menggunakan pakaian kebaya, terlihat Ajun Komisaris Polisi Herni Suharyati, S.Sos berjalan tegap nan gagah saat memimpin pasukan.

Usai upacara, Kepala Sub Bagian Program dan Anggaran Bagian Perencanaan (Subagprograr bagren) Polres Purbalingga mengungkapkan kepada elemen dan lintas24.com. Dikatakan Herni, hari ini penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Tepat 137 tahun silam lahir seorang pahlawan emansipasi perempuan bernama Raden Ajeng Kartini.  Pahlawan kelahiran Jepara, Jawa Tengah itu semasa hidupnya selalu berjuang untuk mengangkat martabat perempuan Indonesia agar mendapatkan kesetaraan terhadap kaum adam.

“Berkat perjuangannya itu, hari kelahiran RA Kartini pun diperingati sebagai hari penting perjalanan bangsa Indonesia yang dikenal sebagai Hari Kartini,”ungkapnya.

Perempuan kelahiran 11 November 1973 mengungkapkan, emansipasi perempuan menjadikan perempuan harus bisa segalanya. Kecantikan yang dimilikinya pun tak membuatnya berhenti melakoni profesi sebagai polisi.

“Perempuan memang perlu menjaga kecantikan meski berprofesi sebagai polisi yang kental dengan imaje maskulin,” ujarnya mantap.

Sementara, istri Bupati Purbalingga, Erni Widyawati Tasdi mengungkapkan, sosok Kartini sangat berperan penting bagi seluruh perempuan di Tanah Air. Pasalnya berkat perjuangan Kartini, perempuan tidak lagi melulu berkutat dengan urusan dapur.

“Sekarang perempuan bisa mengeksplorasi kemampuan dirinya sendiri. Tapi dengan catatan nggak boleh kebablasan, harus seimbang,” katanya.

Erni menambahkan, Hari Kartini adalah hari penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender dan emansipasi wanita. Perjuangan Kartini mengedepankan persamaan derajat pendidikan antara kaum wanita dan pria.

“Tapi perlu diingat, harus tetap menjadi isteri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Boleh kok, jika kaum perempuan ingin mewujudkan cita-citanya dalam karir tapi jangan melupakan kodratnya sebagai seorang wanita,”ungkap Erni.

Rosita Anggraeni, salah seorang pekerja pabrik rambut palsu mengungkapkan, RA Kartini menjadikannya sebagai sumber inspirasi kaum perempuan dalam memainkan peranannya di seluruh aspek kehidupan.

“Harapannya sih, kaum buruh di Purbalingga jadilah teladan bagi yang lain. Jangan merasa rendah diri dan memposisikan diri selalu ada di ‘belakang’. Kita harus membuktikan bahwa kita dapat tampil menjadi contoh yang baik”, ungkapnya.

Dihari yang sama, sebanyak 10.696 pekerja wanita dari 3 perusahaan yakni PT Boyang Industrial, PT Indokores Sahabat dan PT. Hyupsung, mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MuRI). Rekor ini bertajuk penghargaan pemakaian baju kebaya oleh para karyawati pabrik dengan jumlah terbanyak.(Muhammad noor)

Comment

Berita Lainnya