by

AKAR Indonesia dan ChildFund International di Indonesia Bakal Luncurkan Buku “Aku Siap Hadapi Covid-19”

-Inspirasi, Update-dibaca 8.50Rb kali | Dibagikan 74 Kali

Asosiasi Kesehatan Remaja (AKAR) Indonesia bersama ChildFund International akan meluncurkan buku “Aku Siap Hadapi Covid-19”, Minggu (14 Februari 2021). Buku ini membekali remaja melewati masa-masa sulit dengan logis dan tetap sehat.

Baca Juga: Forum Remaja Palang Merah Indonesia Tegal Edukasi Protokol Kesehatan dan Bagikan Masker

Baca Juga: Sosialisasi Generasi Berencana di SMP Negeri 1 Mrebet. Remaja Harus Mendapatkan Informasi Kesehatan Reproduksi Dengan Benar

Ketua AKAR Indonesia, dr. Fransisca Handy, Sp.A menuturkan, remaja Indonesia menjadi kelompok yang cenderung terabaikan dalam respons Covid-19. Walaupun pemerintah sudah memiliki strategi nasional, namun intervensi dalam bentuk penyediaan informasi yang khusus kepada kelompok remaja masih terbatas.

Baca Juga: Nikmatnya Minuman Tereh. Penguat Imun Ala Mahasiswa KKN MIT-DR UIN Walisongo Semarang

“Padahal, remaja adalah kelompok kunci untuk memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19,” tutur dr. Fransisca Handy, Sp.A dalam keterangan tertulis yang diterima media siber lintas24.com, Jumat (12 Februari 2021)

Baca Juga: Minikino Luncurkan Film “Sejauh ku Melangkah” Versi Inklusif

Ia menguraikan, permasalahan remaja selama pandemi Covid-19 sangat kompleks. Isu yang dihadapi bukan hanya terkait penularan, namun juga dampak sekunder dari pandemi itu sendiri. Pertama, remaja putri akan semakin rentan mengalami perkawinan anak.

“Data pemerintah menunjukan terdapat lonjakan permohonan dispensasi menikah usia anak selama bulan Januari sampai Juni 2020 sebesar 24 ribu anak,” ungkapnya.

Baca Juga: Institut Agama Islam Negeri Purwokerto Luncurkan Program Layanan Konsultasi Psikologi Secara Daring

Kedua lanjut dr. Fransisca Handy, Sp.A yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis anak, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak pada berkurangnya ruang untuk remaja beraktivitas. Remaja yang tadinya bisa aktif melakukan aktivitas fisik menjadi terbatas di rumah dan rentan memicu kegemukan. Padahal 28% populasi Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 mengalami obesitas. Ketiga, pandemi COVID-19 akan semakin memicu perbaikan Kesehatan jiwa remaja. Remaja yang mengalami depresi akan rentan mengalami perburukan.

Baca Juga:  Desa Pekiringan Karangmoncol Siapkan Rumah Karantina Bagi Pemudik

Baca Juga: Tidak Direkomendasi Penggunaan Masker Scuba untuk Pencegahan Virus Corona. Ini Penjelasan Ikatan Dokter Indonesia

“Studi yang diterbitkan oleh jurnal Nature Human Behavior di Jepang menunjukan, angka bunuh diri melonjak 16% selama gelombang kedua pandemi yakni Juli hingga Oktober 2020,” tuturnya

Baca Juga: Kementerian Riset dan Teknologi Sudah Menggelontorkan Anggaran Rp 41 Miliar untuk Penelitian Virus Corona di Indonesia

Program Direktur ChildFund International di Indonesia, Grace Hukom mengatakan, AKAR Indonesia bersama ChildFund International di Indonesia meluncurkan buku ini sebagai bentuk rasa kasih sayang kami kepada remaja Indonesia. Buku ini memberikan tips dan trik saat #dirumahaja, penggunaan gadget sehat dan kekerasan berbasis online, tantangan untuk berolahraga di rumah, makanan sehat, dan tips dan trik mengelola emosi pada remaja

“Remaja memiliki peran penting sebagai agen perubahan di komunitasnya masing-masing. Hal ini dimulai dari diri mereka sendiri yakni membekali diri dengan informasi yang benar, sebelum turut mempengaruhi komunitasnya agar lebih siaga menghadapi pandemi,” tuturnya

Untuk diketahui, AKAR Indonesia merupakan organisasi yang terdiri dari praktisi dan ahli lintas bidang kesehatan remaja mulai dari tenaga kesehatan, peneliti sosial, praktisi komunikasi, hingga sosiolog. Selain praktisi, AKAR Indonesia juga memiliki anggota yang masih berusia remaja di bawah 25 tahun. Organisasi ini berdiri tahun 2017 sebagai respons terhadap meningkatnya minat di berbagai pemangku kepentingan tentang isu kesehatan dan kesejahteraan remaja. AKAR.

ChildFund International merupakan bagian dari 11 organisasi pengembangan global yang masuk ke Indonesia sejak tahun 1973. ChildFund bekerja bersama pemerintah, organisasi sipil masyarakat, masyarakat, anak dan orang muda agar anak dan orang muda dapat hidup tumbuh kembang secara optimal untuk mencapai potensi mereka dalam lingkungan yang melindungi dan memajukan nilai dan hak anak.

Baca Juga:  Demo Tempur Bakal Meriahkan HUT ke-74 TNI Tahun 2019

 

Comment

Berita Lainnya