by

Aina dan Hafiz Ikuti Pemilihan Duta Sanitasi  Jateng

-Pendidikan-dibaca 118.00Rb kali | Dibagikan 65 Kali

????????????????????????????????????

Dua siswa SMP di Purbalingga, yakni Aina Nur Fadilah dari SMP Negeri 1 Bukateja dan Hafiz Agam Hidayat dari SMP Negeri 3 Purbalingga diundang oleh panitia lomba poster dan karya tulis dalam rangka pemilihan duta sanitasi Provinsi Jawa-Tengah tahun 2016, di Surakarta, selama tiga hari, Jumat-Minggu (20-22/5).

Lomba itu diselenggarakan oleh Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa-Tengah-Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman pada Direktorat Jenderal Cipta Karya , Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selama tiga hari itu, dua siswa terpilih itu akan mempresentasikan karya tulis mereka. Aina Nur Fadilah yang saat ini duduk di kelas 8 H SMPN 1 Bukateja akan membawakan karya tulis berjudul “Pemanfaatan Limbah Botol Plastik untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Kualitas Udara”.

Aina membuat karya tulis  ini dibawah bimbingan guru mata peajaran Ilmu Pengetahuan Alam, Joko Arifin, S.Pd. Sedangkan Hafis Agam Hidayat yang masih duduk di kelas 8 SMPN 3 Purbalingga, dibawah bimbingan gurunya, Siti Nisa, S.Pd membawakan karya tulis berjudul “Lingkungan Bersih, Sehat dan Sejahtera dengan Program ODF (Open Defecation Free)  di Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.”. ODF adalah  kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar (tinja) sembarangan.

Dalam lomba yang akan berlangsung di Surakarta itu, diikuti 35 peserta, utusan 28 Kabupaten/kota di Jateng. Khusus dari wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen), diwakili Kabupaten Purbalingga dua orang, Banjarnegara seorang yakni Yonant Lintang Cahya U dari SMPN 2 Banjarnegara, Kabupaten Banyumas dua orang yakni Valneva Reynathania (SMPN 1 Baturraden) dan Athaya Helia Utari (SMP Al Irsyad AlIslamiyah), dan Kebumen tiga orang yakni Adinda Alfiyunisa Selaniar dan Arif Nur Rohman, keduanya dari SMPN 1 Kebumen, dan Irfan dari SMPN 1 Prembun.

Aina Nur Fadilah dari SMPN 1 Bukateja ketika ditemui , Kamis  (19/5) mengatakan, selama ini dirinya prihatin dengan banyaknya limbah botol plastik bekas minuman mineral yang banyak ditemui di lingkungan sekolahnya. Selama ini, limbah itu selalu dibakar oleh pesuruh, sehingga mengganggu suasana saat belajar mengajar.Pasalnya, gas CO2 (karbondioksida) sangat mengganggu saat anak-anak sedang belajar.

Atas dasar keprihatinan itu, Aina yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Edy Priyono (guru SMKN 2 Purwokerto) dan Ira Idawati (guru SDN 2 Cipawon, Bukateja, Purbalingga), lalu mengumpulan botol-botol plastik bekas minuman pada suatu tempat.

“Benda-benda itu saya  manfaatkan untuk menanam sayur-sayuran. Sebagian benda-benda itu dibuat alat peraga untuk menunjang proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  (IPA),”  ujar Aina yang didampingi Kepala SMPN 1 Bukateja, Titik Widajati, S.Pd, M.Pd dan guru pembimbingnya, Joko Arifin, S.Pd.

Dengan tidak dibakarnya limbah plastik itu, lanjut Aina, dan banyaknya tanaman sayuran yang ada di sekitar SMPN 1 Bukateja, maka kualitas O2 (oksigen) menjadi lebih baik. Suasana belajar juga menjadi nyaman.

” Di sisi lain, dengan dimanfaatkannya limbah plastik untuk membuat alat peraga IPA, seperti alat peraga Hukum Newton II dan gaya gesek, maka sangat menunjang pembelajaran. Selanjutnya, hasil pengamatan dan praktik pemanfaatnan  limbah itu kami tuangkan ke dalam karya tulis. Kami bersyukur, kini diundang untuk presentasi di Surakarta. Kami akan tampil maksimal dalam presentasi itu, dan kami siap menjadi duta sanitasi  Provinsi Jateng,”  tandas Aina.

Kepala SMPN 1 Bukateja, Titik Widajati. S.Pd, M.Pd  mengapresiasi kiprah siswinya di bidang sanitasi lingkungan. “Semoga langkah kecil Aina bisa bermanfaat untuk menjadikan sanitasi lingukungan di SMPN 1 Bukateja lebih baik,”  ujar Titik Widajati

 

Comment

Berita Lainnya