Ai Ratnasari, S.Pd.SD. Kenalkan Kecanggihan Teknologi Pada Anak, Jangan Melarangnya

By: On: Dibaca: 164,732x
Ai Ratnasari, S.Pd.SD.  Kenalkan Kecanggihan Teknologi Pada Anak, Jangan Melarangnya

 

ai

Perdebatan para orang tua terkait perlu tidaknya anak usia sekolah dasar dan menengah dibekali telepon selular (ponsel) ke sekolah disikapi dengan bijak oleh Ai Ratnasari, S.Pd.SD.

Guru kelas 1 SD Negeri 1 Kembaran Kulon ini Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah ini memang mengakui bahwa salah satu dampak negatif adalah kemungkinan besar anak mengonsumsi permainan elektronik yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas tanpa sepengetahuan orang tua.

“Haruskah dilarang?, seyogya para orang tua jangan melarang, namun harus mengenalkan kecanggihan kemajuan teknologi itu dan mengawasi serta memberitahukan dampak baik dan buruk penggunaan ponsel kepada anak,”ungkap Ibu dari Vania Ardiesta Ikaputri mahasiswi IPDN kepada elemen dan lintas24.com.

Karena apa, lanjut Ai Ratnasari, peran utama alat telekomunikasi semacam Handphone (Telepon Genggam) adalah untuk komunikasi. Nah tinggal bagaimana upaya kita para orang tua di rumah dan Guru di sekolah untuk membuat aturan dan batasan yang jelas mengenai penggunaan ponsel para siswa di sekolah.

Kalau orang tua sangat kuatir akan penyalahgunaan perangkat telepon Smartphone (Telepon Pintar) oleh anak anaknya, beri saja Telepon versi Jadul (jaman dulu). Telepon yang hanya ada fasilitas sms dan telepon saja. Tidak ada Video, kamera dan sambungan Internet. Hanya bisa berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS).

“Nah aman kan? Anak boleh bawa ponsel namun jangan yang jenis  yang lengkap ada kamera, internet dan video itu,”ungkap istri dari Pandi, S.Sos, Camat Padamara.

Bagaimana bentuk pengawasannya tambahnya, bila disekolah, biarlah para Guru di sekolah yang mengawasi penggunaan perangkat ini bagi anak didiknya.  Jika dirumah

orang tua yang mengawasi.

Sama seperti menggunakan perangkat komputer, akses negatif juga bisa didapatkan melalui internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak.

Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Karena melalui internet berbagai konten bermuatan pornografi dan kekerasan, dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang, anak tetap harus dikenalkan dengan komputer walaupun ada pengaruh yang tidak baik yang dapat ditimbulkan.

“Yang terpenting adalah bagaimana para pendidik dan orang tua dapat menjadikan komputer aman dan bermanfaat bagi anak,”ungkapnya.

Perempuan kelahiran Subang 45 tahun yang lalu mengungkapkan, kenalkan komputer pada anak sesuai dengan usia mereka. Temani anak saat mereka menggunakan komputer.

Arahkan dan bimbing mereka dalam komunikasi yang hangat. Ada baiknya menggunakan kata kunci (password) agar anak tidak menggunakan komputer tanpa pengawasan orang dewasa.Buatlah kesepakatan bersama anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya dengan komputer.

Beberapa contoh peraturan yang dapat dimasukkan dalam daftar misalnya, boleh mengguakan computer untuk mengerjakan tugas-tugas dari Guru, tidak boleh menggunakan bermain games komputer apabila tugas-tugas sekolah belum diselesaikan atau jika anak sedang dalam masa ulangan

“Karena, pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah kerja manusia dan perangkat multimedia itu dikembangkan untuk menyempurnakan perangkat yang ada,apabila digunakan dengan baik, bisa luar biasa bermanfaat, khususnya bagi generasi muda dalam bidang pendidikan,”ungkapnya. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!