by

Agus Sarkoro Kembali Bergerak. Menguat Untuk Jadi Kandidat Ketiga di Pilkada Purbalingga

Dua pasangan calon yang sudah bersiap untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga pada 9 Desember 2020 mendatang dianggap belum memuaskan dahaga politik masyarakat Purbalingga. yang masih

Hal itu diungkapkan Charis Hartanto, Ketua Tim Kerja Agus Sarkoro. Dikatakan Charis, masyarakat Purbalingga menghendaki ganti bupati agar situasi Purbalingga lebih baik. Sampai hari ini ada dua pasangan. Pertama adalah Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono. Mereka sudah mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada 19 Februari 2020.

“Kemudian, Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) dan Zaeni Makarim (Jeni) yang kabarnya bakal diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tetapi, pasangan Oji-Jeni ini belum mendapatkan rekomendasi resmi dari kedua partai itu,” ungkapnya kepada cyber media lintas24.com, Kamis (25 Juni 2020)

Charis yakin, nantinya pasangan ketiga sangat dimungkinkan muncul. Pasalnya, masih ada nama Agus Sarkoro yang sempat menguat pada medio Januari lalu, selain itu masih ada Bambang Dayanto Sumarsono (Bambang DS), Imam Maliki dan Slamet Wahidin mantan Ketua DPC PKB Purbalingga.

“Saat ini Partai Gerindra, PAN, PKS, Nasdem dan Demokrat masih punya peluang untuk mengusung calon ketiga. Kami masih terus berkoordinasi dengan partai-partai itu,” tuturnya

Charis Hartanto mengungkapkan,  Agus Sarkoro telah kembali melakukan komunikasi politik dengan partai-partai yang tergabung di koalisi pelangi dan sesama bakal  calon  lain yang sudah mendaftar di koalisi pelangi.

“Kami tetap menjaga komitmen bersama, dan menjaga etika politik yang dengan koalisi pelangi dan melakukan politik yang santun. Pembentukan pasangan masih dinamis,” ungkpnya.

Terkait partai pengusung Agus Sarkoro, Charis menegaskan tetap berkomitmen untuk menjalin komunikasi dengan semua partai itu, termasuk lima partai non parlemen lainnya.

“Intinya, Agus Sarkoro sudah mulai bergerak. Agus Sarkoro akan menjadi pilihan untuk mengobati dahaga dalam mewujudkan impian masyarakat Purbalingga yang maju dan sejahtera,” tegasnya

Ia mengungkapkan, semula rencananya Agus Sarkoro sudah sepakat akan berpasangan dengan Nurul Hidayah, Ketua DPC PPP Purbalingga untuk menjadi sebagai wakilnya. Tetapi pasangan ini tidak bisa berlanjut karena munculnya pasangan Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) dan Zaeni Makarim (Jeni) yang juga adik dari Nurul Hidayah.

“Awalnya Agus Sarkoro sudah sepakat menggandeng Nurul Hidayah Ketua DPC PPP Purbalingga. Tapi malah Jeni dipasangkan dengan Oji yang akhirnya Nurul Hidayah membatalkan kesepakatan. Kondisi ini memaksa Agus Sarkoro untuk menghitung ulang siapa yang akan digandeng,” tegasnya.

Satu warga Purbalingga, Bangun Hidayat mengaku mendambakan mempunyai bupati yang mengerti tugasnya untuk mengurus rakyat. Bupati harus mempunyai kekuatan  personal  yang mumpuni.

“Saya memviralkan untuk menunggu kandidat ketiga. Karena saat ini belum terlihat di dua pasangan calon yang muncul. Wajar kalau ditunggu kandidat ketiga sebelum masyarakat menentukan pilihannya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 yang menggeser pelaksanaan pada 9 Desember 2020 telah  memberikan angin segar para kandidat calon bupati dan calon wakil bupati di Kabupaten Purbalingga untuk segera merapikan barisan.

 

 

 

Comment

Feed Berita