by

Ada Upaya Adu Domba Banser dengan Rakyat Papua

-Inspirasi, Update-dibaca 63.10Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Trending topic (perbincangan hangat) #BUBARKANBANSER terlihat di media sosial Twitter. Dilansir cyber media lintas24.com dari laman situs NU Online, munculnya tagar itu berawal dari tujuh tuntutan masyarakat Papua, yakni poin ketiga.

“Apa betul itu masyarakat Sorong yang minta soal pembubaran Banser?” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor  Yaqut Cholil Qoumas atau yang lazim dipanggil Gus Yaqut saat dihubungi NU Online, Minggu (25 Agustus 2019) malam.

Gus Yaqut itu tak percaya tuntutan itu murni dari masyarakat Sorong sebab selama ini Banser dan masyarakat Papua bersahabat.

“Bahkan saat ormas lain menyerbu asrama mahasiswa Papua (di Surabaya), Banser yang kemudian menjaga asrama mereka,” katanya lagi.

Karena itulah, akun WCC JAWA BARAT @wahhabicc_jabar mengomentari tagar yang sedang melambung tinggi itu:

“Apa yang menjadikan BANSER DIFITNAH saat ini sampai ada tagar agar banser dibubarkan? SIMPEL JAWABANNYA : KARENA #BanserUntukNegeri & MEREKA GERAH! Silahkan yang setuju RETWEET dan sertakan tagar spt yg kami ketik. Terimakasih….” tulisnya.

Senada dengan akun itu, Gus Yaqut di akun Twitternya menganggap tagar tersebut sebagai bentuk mengadu domba Banser yang tidak terlibat dalam masalah dengan rakyat Papua. Menurut dia, upaya adu domba itu akan sia-sia saja. Siapa pun yang mengharapkannya akan kecewa.

“Mau adu domba rakyat Papua dan Banser? Siap2 kecewa deh klean..! #BanseruntukNegeri,” cuit pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Yaqut yakin, Banser di mana pun berada tidak akan terpancing dengan tagar fitnah dan pengadu domba itu.

“Banser itu terlatih. Setiap tindakannya pasti terukur. Mereka tidak akan terpancing. Sebelum ada komando, mereka tidak akan bertindak,” tuturnya.

Setelah tagar itu muncul, menyusul kemudian #BanserUntukNegeri yang mengimbanginya sebagai bentuk dukungan kepada Banser.

Berita daring

Tujuh tuntutan itu, sebagaimana diberitakan beberapa media dalam jaringan (daring), disampaikan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai. Belakangan, ada berita daring lain bahwa Yorrys membantah berita yang menyangkutkan dirinya itu. namun, tagar itu terlanjur melambung tinggi.

Menurut berita-berita daring itu, tujuh tuntutan tersebut berawal dari kasus penyerangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pertengahan bulan ini, yang dampaknya meluas ke berbagai daerah. Terjadi beragam aksi di beberapa daerah Papua yang menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas kejadian itu.

 

Comment

Berita Lainnya