by

Abon Lele Desa Pelumutan Kalah Bersaing Di Pasar

-Update, Wanita-dibaca 144.31Rb kali | Dibagikan 27 Kali

Abon lele produksi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar) Mugi Rahayu Desa Pelumutan Kecamatan Kemangkon sulit berkembang. Padahal, dari sisi rasa dan kerenyahakan kripik juga sudah terasa. Namun dari sisi bungkus masih perlu pembenahan.

“Pembungkusnya belum menggunakan bungkus berbahan aluminium foil, karena harganya per lembar mencapai Rp. 1.800. Disamping itu, untuk memperoleh bungkus aluminium pihaknya harus membeli di Purwokerto. Sehingga untuk pemasaran di tingkat desa cukup dengan plastik seadanya,” ungkap Ketua Poklasar Mugi Rahayu Kruspiyati kepada Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat meninjau hasil Poklasar Mugi Rahayu pada stand UMKM acara Gebrak Gotong Royong di desa Pelumutan Kecamatan Kemangkon, Jumat (30 Agustus 2019),

Ia menambahkan, setiap minggunya memproduksi 30 kg abon lele dengan bahan baku berupa lele yang dipasok oleh peternak lokal. Setiap 5 kg lele menghasilkan 1,2 kg abon. meski sudah mampu berproduksi, namun masalah pemasaran masih menjadi kendala.

“Selain olahan abon. Produksi lainnya berupa, pastel abon, chesssteak duri ikan dan kripik kulit lele dipasarkan secara “door to door”, itupun sebatas wilayah Desa Pelumutan. Kami menyuruh anak-anak kami untuk mempromosikan melalui facebook, WA dan lainnya, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan ataupun pembeli dari luar desa,” keluh Kruspiyati.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menanggapi keluhan Kruspiyati. Dikatakan Bupati, dari hasil kualitas abon lele sampai kripik kulit lele sudah bagus. Sisi rasa dan kerenyahakan kripik juga sudah terasa. Namun dari sisi bungkus masih perlu pembenahan.

Dinas Koperasi dan UMKM diminta untuk melakukan pendampingan, terutama terkait pembungkusan (packaging). Terkait masalah pemasarannya kita punya program Bela-Beli Purbalingga dan yang paling baru kita akan memiliki marketplace khusus untuk UMKM dengan nama Tuka-Tuku Purbalingga bekerjasama dengan Bukalapak yang ada di Jakarta. Sehingga masyarakat di Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain, nanti tinggal buka Tuka-Tuku Purbalingga, bisa pesan dan beli online produk UMKM Purbalingga”,  jelas Bupati Tiwi.

Poklasar Mugi Rahayu berdiri sejak terbentuk 21 Desember 2015 sudah mendapatkan pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga. Bahkan tahun 2018 lalu mendapatkan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah berupa, kompor, wajan, spiner dan lainnya peralatan pembuatan abon.

 

 

 

Comment

Berita Lainnya