by

Abdul Qodir al-Amin dan Rivaa Faradilla Jadi Pemenang Lomba Batik LP Ma’arif NU Jateng Kategori Guru dan Siswa

-Pendidikan, Update-dibaca 8.01Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Abdul Qodir al-Amin dari SDIT Ma’arif Ma’ahidul Irfan Bandongan, Kabupaten Magelang terpilih menjadi Juara 1 Kategori Guru dan Rivaa Faradilla dari MI Trimaja Danurejo, Mertoyudan, Magelang menyandang  Juara 1 Kategori Siswa Lomba Desain Batik Guru dan Siswa Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2020. Sedangkan finalis terinovatif atau tervaforit adalah Budi Santoso dari MTs. Darussalam Sumowono, Kabupaten Semarang.

Ketua Panitia Lomba Desan Batik Ma’arif NU Hamidulloh Ibda mengatakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU)  (PWNU) Jawa Tengahmenyelenggarakan Lomba Desain Batik Guru dan Siswa Ma’arif NU tahun 2020. Panitia  telah menetapkan tiga pemenang Lomba Desain Batik Ma’arif. Tiga juara tersebut telah diundang untuk presentasi, sinkronisasi dan penyerahan hadiah lomba, Minggu (4 Juli 2020).

“Sebelumnya, ada 26 peserta turut meramaikan Lomba Desain Batik Ma’arif LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah tersebut. Penjurian dan penetapan pemenang lomba digelar di kantor LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Rabu (18 Maret 2020). Ada 26 peserta yang terdiri atas 11 peserta dari unsur guru dan tenaga kependidikan, dan 15 dari peserta kategori siswa atau pelajar Ma’arif dari madrasah/sekolah Ma’arif se-Jawa Tengah,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com, Senin (6 Juli 2020).

Ia merinci,  berdasarkan hasil penilaian Lomba Desain Batik Guru dan Siswa Ma’arif NU tahun 2020 oleh Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah pada tanggal 18 Maret 2020 lalu, kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jawa Tengah Nomor 366/PW.11/LPM/SK/III/2020 tentang Pemenang Lomba Desain Batik Siswa Dan Guru Lembaga Pendidikan Ma`arif PWNU Jawa Tengah,

“Semua desain sudah dipresentasikan, didiskusikan, dan disinkronisasi sesuai kebutuhan cetak batik. Jadi desain ini belum final tapi sudah disinkronisasi,” ungkap dosen STAINU Temanggung.

Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng, R. Andi Irawan mengatakan, desain batik tersebut menjadi bagian untuk penguatan ideologisasi selain untuk identitas.  Batik ini akan dipakai guru dan siswa Ma’arif ke depan, maka filosofi yang ada harus tersampaikan, termasuk simbol-simbol NU, Ma’arif dan simbol pendidikan harus terwakili.

“Desain ini dinilai dari segi etik, estetik, dan juga agar tidak mudah diplagiat, karena selama ini penjiplakan desain batik sering terjadi.  Kita akan terus menggali potensi Ma’arif, termasuk batik ini didesain siswa sendiri, untuk siswa Ma’arif, didesain guru sendiri untuk guru Ma’arif,” ungkapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya