Menu
Media Online Terpercaya

95 Persen Guru Memilih Pembelajaran Jarak Jauh

  • Share

Sebanyak 95 persen guru setuju pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (luring). Sedangkan guru di wilayah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) cenderung memilih pembelajaran yang luar jaringan (luring)

Education Team Leader Wahana Visi Indonesia, Mega Indrawati mengungkapkan, dari survei yang dilakukan terhadap 27.046 guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia dengan rata-rata di wilayah non-3T juga menunjukkan 76 persen guru khawatir dan ragu untuk kembali ke sekolah. Sebab, penularan Covid-19 masih tidak bisa diprediksi serta kondisi belajar yang tidak nyaman sehingga tidak efektif.

“Wahana Visi Indonesia juga menggali data, dan menemukan hanya satu dari empat guru yang menyatakan kondisi sekolah aman dan kecil kemungkinan penyebaran Covid-19. Hal ini menunjukkan lebih banyak guru yang meragukan kondisi keamanan protokol kesehatan di sekolah,” ungkapnya.

Mega mengatakan, pandangan keamanan di sekolah berbeda pada guru di daerah 3T. Guru di daerah 3T cenderung lebih merasa aman dari Covid-19 dibandingkan daerah lain.

“Mungkin karena kasus Covid-19 di daerah 3T lebih sedikit daripada di non-3T,” kata dia menjelaskan.

Satu simpulan yang didapatkan Wahana Visi Indonesia, yakni guru di 3T lebih khawatir tentang kegiatan pembelajaran. Sementara Guru di wilayah non-3T lebih khawatir masalah kesehatan baik dirinya ataupun siswa.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *