by

75 Relawan Ikuti Pelatihan Penanggulangan Risiko Bencana

-Pendidikan-dibaca 103.68Rb

CILACAP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Selasa (29/9) menggelar pelatihan penanggulangan risiko bencana dan tanggap darurat yang berlangsung di Aula Hotel Gran Liana, Jalan Dr Rajiman, Cilacap.

Pelatihan diikuti 80 relawan BPBD se-Kabupaten Cilacap dan berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (29 dan 30/9).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy Wijayanto melalui Kasi Penanganan Darurat pada BPBD Cilacap Khodirin yang ditemui di lokasi acara, Selasa (29/9) mengatakan, tujuan pelatihan adalah supaya masyarakat mengetahui bagaimana mengurangi risiko bencana dan aktif berpartisipasi dalam penanggulangan bencana.

Pelatihan diikuti 75 orang, di antaranya relawan dari delapan desa sebanyak 40 orang, ditambah relawan dari kota Cilacap 10 orang, serta relawan dari UPT-UPT BPBD di lima wilayah masing-masing 5 orang.

Peserta kita khususkan bagi mereka yang berasal dari wilayah yang rawan bencana, seperti tanah longsor, banjir, dan tsunami serta dari desa yang dikategorikan desa tangguh bencana, katanya.

Ditambahkan dia, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dengan melakukan pendidikan kepada masyarakat bagaimana cara menanggulangi bencana.

Cilacap yang merupakan daerah rawan bencana, imbuhnya, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan, menyebabkan kerawanan terhadap lingkungan, yang pada gilirannya akan mengakibatkan berbagai bencana.

Dalam pelatihan, kita menggunakan dua metode yakni indoor dan outdoor. Indoor secara teori dan outdoor praktiknya, yaitu bagaimana cara mendistribusikan logistik apabila terjadi bencana, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama terhadap korban bencana, dan bagaimana cara mencegah ketidakharmonisan dalam menanggulangi bencana, jelasnya.

Mengingat besarnya korban dan kerugian akibat bencana, dan apabila tidak dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana secara tepat dan efektif, maka akan terganggu.

Selain itu, pelatihan merupakan bentuk dukungan penanganan bencana. Pelatihan ini merupakan upaya strategis yang diharapkan dapat membekali para peserta untuk dapat melaksanakan misi penyelamatan secara profesional dan bertanggung jawab.

Relawan penanggulangan bencana ini adalah garda terdepan dalam penanganan tanggap darurat, bertugas mencari dan mengumpulkan data di lokasi terjadinya bencana, melakukan penelitian atas korban dan kerusakan, membuat perkiraan bantuan, dan peralatan yang dibutuhkan. (estanto)

Comment

Feed Berita