5 S TOMAT MEWUJUDKAN GENERASI ABAD 21 YANG BERKARAKER – Herni Eko Yuniati, S.Pd

By: On: Dibaca: 4,661x
5 S TOMAT MEWUJUDKAN GENERASI ABAD 21 YANG BERKARAKER – Herni Eko Yuniati, S.Pd

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan menghadapi tantangan abad 21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, karakter menjadi salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa.

Penerapan kegiatan 5 S berawal ketika SMP Negeri 1 Adipala ditunjuk sebagai sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2016/2017, pada saat itu Mendikbud Anies Baswedan mengadakan program bagi para orang tua untuk mengantarkan anak-anaknya  berangkat ke sekolah pada kegiatan awal tahun pelajaran baik tingkat TK, SD maupun SMP. Pada kegiatan ini guru dilibatkan untuk menyambut orang tua dan peserta didik baru, seiring berjalannya waktu kegiatan ini dijadikan rutinitas setiap tahunnya dan setiap hari melalui piket yang melibatkan guru.

5 S  akronim dari SALAM, SAPA, SENYUM, SOPAN DAN SANTUN. Penambahan kata TOMAT yang bermakna TOLONG, MAAF DAN TERIMA KASIH merupakan ide baru yang bisa dijadikan  sebuah gerakan untuk memperkuat karakter, yang berarti: (a) Salam, Mengucapakan salam berarti ada saling mendoakan antara Guru dengan Siswa. (b) Sapa, dengan menyapa siswa diajarkan untuk menegur kepada semua warga sekolah yang mereka kenal. (c) Senyum, dengan senyum di pagi hari semua warga sekolah diharapkan dapat menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. Senyum juga merupakan ciri bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramahannya (d) Sopan, dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat berperilaku Sopan kepada orang yang lebih tua (Orang tua, guru, Teman, dan semua karyawan sekolah). (e) Santun, berarti halus dan baik (budi bahasanya,tingkah lakunya). Santun juga berarti sabra dan tenang. Santun juga berarti sopan. Dengan perilaku santun kepada siapapun dan dimanapun.

Selanjutnya (f) Tolong, merupakan tindakan untuk membantu atau meringankan beban (penderitaan, kesukaran, dsb). Kegiatan menolong dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari misal membantu sesama teman atau warga sekolah yang mengalami kemalangan atau kegiatan menolong yang lainnya yang bermakna positif. (g) Maaf, kata maaf memang mudah diucapkan, namun tidak semua orang bisa melakukannya dengan keikhlasan hati. (h) Terima kasih, merupakan dua kata satu makna. Terima berarti kita mendapatkan sesuatu yang bernilai baik bagi kita. Sebagai ungkapan rasa syukur kita kasih atau memberikan sesuatu terhadap orang yang sudah memberi kita. Inilah karakter yang diharapkan kepada siswa jika mereka mendapatkan sesuatu yang bernilai baik.

Beberapa hasil yang dapat terpantau diantaranya:

Kedisiplinan

  1. Dengan adanya Guru piket yang hadir lebih awal dan kemudian berdiri di dekat pintu gerbang sekolah, dapat memantau kehadiran siswa, jika ada siswa yang terlambat para guru dapat memberikan tindak-tindakan dengan berkoordinasi dengan guru BP/BK.
  2. Memberikan teguran kepada siswa yang berpenampilan tidak rapi baik rambut maupun pakaian.
  3. Mengecek kerapian pakaian serta keseuaian pakaian, dasi, sepatu, kaos kaki dan ikat pinggang dengan aturan yang telah disepakati di awal tahun pelajaran. Bagi guru kegiatan Piket 5 S TOMAT juga sarana untuk mendisplinkan diri, memberikan contoh kedisiplinan bagi siswa.

Perubahan Karakter

  1. Pada awal pelaksanaannya kegiatan ini belum nampak karakter yang diharapkan. Pada Pertengahan semester 1 barulah ada karakter yang diharapkan muncul. Diantaranya adalah Salam, Sapa dan Senyum dimana ketika mereka menjumpai bapak ibu guru atau tamu, mereka mengucapkan salam baik selamat pagi atau selamat siang dan sebagai muslim mereka mengucapkan Assalamualaikum.
  2. Melakukan gerakan cium tangan ketika mereka bertemu dengan bapak ibu guru ataupun orang dewasa lainnya yang mereka jumpai disekolah.

Kedepan  karakter – karakter yang diharapkan akan bermunculan sehingga akan terwujud generasi abad 21 yang berkarakter.

Penulis Guru SMP NEGERI 1 ADIPALA

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!