5 Hal Baru Warnai Festival Film Purbalingga 2017

By: On: Dibaca: dibaca 149.85Rbx
5 Hal Baru Warnai Festival Film Purbalingga 2017

PURBALINGGA  – Festival Film Purbalingga 2017 (FFP 2017) ditahun ini memasuki edisi ke-11. Ada lima hal baru yang bakal mewarnai agenda yang bakal berlangsung selama 8 Juli – 5 Agustus 2017
ini.

Merambah ke Kebumen

Tahun sebelumnya FFP biasanya hanya merambah ke 4 kabupaten saja, yakni Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Cilacap. Tahun ini, FFP 2017 juga turut merambah Kabupaten Kebumen.

Menejer FFP Nanki Nirmanto mengatakan hingga saat ini FFP masih konsisten untuk menghadirkan film-film Indonesia, panjang maupun pendek, dokumenter serta fiksi ke masyarakat desa di Banyumas Raya melalui program Layar Tanjleb; memutar film di ruang terbuka. “Kali ini ada permintaan dari Kebumen, maka dari 16 pemutaran titik layar tancep 2 diantaranya di Kebumen (Desa Kemujan dan Peniron),” katanya.

Tidak hanya pemutaran layar tancep saja, dalam program Kompetisi Film Pendek fiksi dan dokumenter bagi pelajar juga akan melibatkan pelajar dari Kebumen. “Hasil dari karya yang terpilih akan menjadi barometer perkembangan aktivitas produksi film pendek Banyumas Raya, bahkan hingga nasional,” tuturnya.

Nonton Bersama Tetangga

Salah satu program baru di FFP 2017 adalah Nonton Bersama Tetangga; program mengajak masyarakat untuk menjadi Tuan Rumah yang menyedekahkan ruang tamu atau teras rumahnya, mengundang tetangga sekitar dan bersama menonton film-film pilihan Festival Film Purbalingga.

“Pengalaman pemutaran layar tancep di kota kurang antusias dibanding di desa, maka kami sengaja selenggarakan di perkotaan khususnya Purbalingga. Target kami ada 10 rumah untuk 2 malam, dan 5 – 10 audiens per rumah sudah cukup,” kata Nanki.

Kerjasama dengan Be Kraf

FFP 2017 bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyelenggarakan FFP 2017. Kehadiran Bekraf tidak hanya sekedar untuk membantu pendanaan, tetapi juga untuk membaca ulang peran sebuah festival film untuk sektor ekonomi kreatif dimana festival itu berlangsung.

Sejak awal FFP selalu mengangkat potensi ekonomi kreatif lokal, utamanya dalam skala mikro. Salah satu yang mewujud adalah program Plesir Purbalingga, bekerjasama dengan Spektakel.id, dimana FFP 2017 menghadirkan paket perjalanan wisata berbasis program Layar Tanjleb yang disertai produksi video promosi wisata dan ekonomi kreatif mikro Purbalingga dan Banyumas Raya.

Bentuk lain dari kerjasama ini adalah program Pentahelix; mempertemukan 5 unsur pemangku ekonomi kreatif; akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah, dan media. Acara dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini akan mengundang perwakilan dari ke-5 unsur tersebut.

“Pokok bahasan utama adalah bagaimana sebuah festival film bisa terhubung dengan sektor-sektor kreatif lain di wilayah tersebut dan membentuk satu ekosistem yang saling mendukung dalam menguatkan lini kerja  ekonomi kreatif,” paparnya.

Workshop Pembuatan Film Animasi

Bekerjasama dengan Studio Animasi Hizart dari Yogyakarta, workshop ini akan mengajak anak-anak untuk melakukan eksperimen dan produksi animasi sederhana. Pengalaman yang akan memacu pola pikir kreatif mereka, meruntuhkan batas imajinasi.

“Workshoop ini tidak serumit yang kita pikirkan. Bahkan bisa diakses semua, termasuk anak SD pun bisa membuatnya,” kata Direktur FFP, Bowo Leksono.

Workshop ini akan diselenggarakan 2 Agustus 2017 bersamaan di Operatioonal Room Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Di tempat dan hari yang sama juga aka diputarkaan film anak ‘Ayo Main’, film pendek ‘Jangan lupa pulang’, Kompetisi Fiksi SMA dan film panjang ‘Balada bala sinema’.

Workshop Vlogging

Video Blogging atau Vlogging dalam 2 tahun terakhir menjadi terma umum di kalangan anak muda. Akses internet dan dukungan perangkat teknologi yang relatif tercapai oleh anak-anak muda, memberikan kesempatan mereka untuk berekspresi melalui medium audiovisual.
“Bahkan sekarang, presiden pun juga sedang suka membuat vlog. Workshop ini akan mengajak peserta untuk membuat kerangka berpikir yang kuat dalam memproduksi cerita untuk Vlog mereka,” ujar Bowo.

Pembukaan FFP 2017 rencanannya akn diselenggarakan 8 Juli 2017 di Desa Kramat Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Sementara penutupan atau malam penghargaan akan dilaksanakan 5 Agustus 2017. Jadwal selengkapnya bisa dilihat di http://clcpurbalingga.id/festival/jadwal.html. (Ganda Kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!