Menu
Media Online Terpercaya

23 Pramuka Penegak Purbalingga Ikut Diklat Unit Scout Journalist

  • Share
Andalan Cabang Urusan Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Purbalingga,  Mahendra Yudhi Krisnha saat menyampaikan materi “Teknik Menulis Berita” di Sanggar Bakti Pramuka, Sabtu (23 Oktober 2021)
Andalan Cabang Urusan Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Purbalingga,  Mahendra Yudhi Krisnha saat menyampaikan materi “Teknik Menulis Berita” di Sanggar Bakti Pramuka, Sabtu (23 Oktober 2021)

Sebanyak 23 anggota Pramuka Penegak dari 11 pangkalan di Kwarcab Purbaingga mengikuti pendidikan dan latihan unit Scout Jurnalist angkatan kelima.

Materi yang disampaikan pada diklat kegiatan yakni mengenai teori kejurnalistikan, fotografi, videografi, sosia media, publik speaking, broadasting, desain grafis, dan dinamika kelompok.

Andalan Cabang Urusan Humas Gerakan Pramuka Kwarcab Purbalingga,  Mahendra Yudhi Krisnha saat menyampaikan materi “Teknik Menulis Berita” memaparkan, menulis itu sebenarnya segampang berbicara. Secara garis besar, menulis itu sederhana dan mudah. Semudah ketika kita berbicara sehari-hari. Berbicara lancar tanpa harus kesulitan mengucapkan.

“Menulis itu bukanlah dunia yang menakutkan,” katanya saat Diklat di Sanggar Bakti Pramuka, Sabtu (23 Oktober 2021)

Ia menambahkan, cara menulis berita yang baik dan benar tentu perlu di perhatikan. Sebab berita yang pada nantinya dimuat di media massa akan memiliki peran yang sangat penting sehingga menjadi sumber informasi untuk masyarakat.

“Pewarta Pramuka merupakan sosok pelapor atau pembuat berita. Sebagai seorang wartawan tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh asal-asalan ketika sedang membuat sebuah berita,” kata Kak Yudhi yang juga Pemimpin Redaksi media online lintas24.com.

Ia menegaskan, dalam membuat berita diperlukan sebuah keterampilan serta penguasaan dasar penulisan. Penulis harus memiliki daya analisis, kualitas dan kuantitas bacaan agar apa yang ingin disampaikan lebih mudah dituangkan

“Tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti serta tersampaikan dengan baik pada pembacanya,”ungkapnya

Tentunya lanjut Yudhi, dalam menulis berita tetap memperhatikan kaidahnya, yakni What (Apa): peristiwa apa yang sedang terjadi; Who (Siapa): siapa saja yang terlibat dalam peristiwa; Where (Di mana): di mana peristiwa itu terjadi.

Selanjutnya, When (Kapan): kapan peristiwa itu terjadi; Why (Mengapa): mengapa peristiwa itu dapat terjadi dan How (Bagaimana/Berapa): bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut.

“Saya ingatkan, tulislah berita dengan jujur. Jangan pernah membohongi pembaca. Jangan pernah memutar balikan fakta yang ada,” katanya.

Kak Yudhi menjabarkan, perhatikan penggunaan tanda baca koma dan pola piramida terbalik. Penggunaan tanda baca koma sangatlah penting. Karena, apabila salah meletakan tanda baca koma mungkin saja isi dari berita anda akan menjadi salah tafsir.

“Utamakan penggunaan kalimat aktif, serta pemilihan kata yang tepat. Kemudian, tulislah berita dengan logis,” katanya.

Sebelum menulis imbunya, catat dengan detail, dengarkan dan rekam pendap[at yang dikatakan narasumber. Jangan hanya mengandalkan pada pendengaran saja. Karena, tidak ada orang yang bisa mengingat dengan tepat 100% apa yang telah didengarnya.

“Sebaiknya tulislah hal-hal penting. Selain ditulis sebaiknya juga merekam. Karena datanya akan lebih akurat. Periksa kembali kalimat kutipan, pernyataan dalam rekaman dan konfirmasi,’ katanya.

Ia memaparkan, saat menulis sebuah berita fokuslah hanya pada satu topik, jangan melebar kemana-mana. Ini akan membuat tulisan menjadi tidak jelas.

“Tulislah berita secara proporsional dan jangan berlebihan. Mudah sekali menulis berita. Tentunya terus menulis dan menulis agar hapal,” katanya

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *