Menu
Media Online Terpercaya

18° Bogotá Short Film Bergerak Menuju Masa Depan Festival Film

  • Share

Pandemi global tidak menghalangi penyelenggaraan festival-festival film di dunia saat ini. Beradaptasi dengan format fisik dan virtual, kreativitas festival-festival film justru dipicu. Semua dilakukan untuk tetap menghubungkan filmmaker dengan penontonnya. Semangat itu pula yang dijunjung 18th Bogotá Short Film Festival / Festival de Cortos de Bogotá – BOGOSHORTS, festival film pendek internasional yang berbasis di Bogotá, Kolombia.

Diselenggarakan mulai 8-15 Desember 2020, BOGOSHORTS hadir secara virtual lewat 5 (lima) platform digital, antara lain, Mowies, Mi Ott, Retina Latina, Sala Virtual de la Cineteca de Bogotá dan Youtube. Serta melibatkan 2 (dua) lokasi penyelenggaraan fisik festival, yakni CityU dan Bogota Cinematheque. Sejak 2018, BOGOSHORTS telah menjadi salah satu festival film pendek dengan kualifikasi Academy of Motion Picture Arts and Sciences Oscar Awards. Lebih dari itu, sejak 2020 juga menjadi festival kualifikasi dalam penganugerahaan film bergengsi di Spanyol, Goya Awards.

Minikino Film Week 6 yang lalu menghadirkan Jaime E. Manrique selaku Direktur BOGOSHORTS dalam diskusi hybrid panel forum “Still Curious, Where is the Money?”. Jaime tampil bersama panelis lainnya Vivian Idris (Indonesia), Ho Hock Doong (Malaysia), dan Sabrina Spence (Kanada) di Minikino Film Week 6, di bulan September 2020 lalu. Dan giliran Minikino diundang untuk berpartisipasi sebagai juri di BOGOSHORTS.

Tahun ini direktur program Minikino, Fransiska Prihadi berada dalam jajaran terhormat, juri kompetisi nasional bersama 2 (dua) profesional film dan media asal Kolombia, Mauricio Leiva Cock (Fidelio Films, penulis dan sutradara film) serta Santiago Rivas (seniman dan jurnalis dengan fokus event politik dan media).

“Kesempatan menonton 47 dari total hampir 500 film pendek karya para pembuat film dari berbagai wilayah Kolombia. Termasuk juga karya mereka yang sedang belajar atau bekerja di luar negara merupakan pengalaman yang mengesankan. Ada kategori nominasi penghargaan film pendek fiksi, dokumenter, animasi, eksperimental, dan video music,” ungkap Fransiska Prihadi

Selain kompetisi nasional, ada kompetisi internasional yang menghadirkan juri Roberto Fiesco (Meksiko), Iván D. Gaona (Kolombia) dan Sébastien Simon (Prancis-Korea Selatan). Tahun ini 350 film pendek terpilih, yang kemudian terbagi dalam 13 program kompetitif, tematik dan retrospektif.  BOGOSHORTS Film Market tahun ini menghadirkan Guy Nattiv, pemenang Academy Awards 2018 untuk Best Live Action Short Film dengan film pendeknya berjudul “Skin”.

Di akhir festival tanggal 15 Desember 2020 para pemenang setiap kategori akan dianugerahi piala Saint Lucía, maskot resmi dari BOGOSHORTS. Beberapa pemenang utama dari kompetisi akan mendapatkan kehormatan untuk dikualifikasikan dalam Goya Awards dan Academy Awards kategori film pendek.

Direktur BOGOSHORTS, Jaime E. Manrique menegaskan, kisah-kisah dan gambar merupakan harta karun di mana kita akan menemukan jawaban dari semua pertanyaan. Untuk itu, kami memutuskan untuk menjalankan festival yang dapat bertemu dan berdialog dengan penontonnya lewat dua dunia, fisik dan virtual. Kami tidak minta penonton untuk memilih, tapi kita akan berjalan berdampingan dengan situasi ini dan menerimanya untuk merancang masa depan.”

Minikino dan Bogoshorts akan melanjutkan pembicaraan kerjasama yang terjalin tahun ini. Mengusung sebuah visi yang sama, mendorong terjadinya hubungan dan pertukaran budaya antar Indonesia dan Kolombia di tahun 2021 mendatang.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *