by

11.000 Siswa SMK Tersertifikasi Diakhir Tahun

-Pendidikan-dibaca 101.52Rb kali | Dibagikan 15 Kali

sertifikasi-smk

Dengan dikeluarkannya delapan SMK di Jawa Tengah yang terlisensi untuk menyelenggarakan Tempat Uji Kompetensi (TUK), diharapkan akhir tahun 2015 akan ada 11.000 siswa SMK yang sudah tersertifikasi.

Dengan menggunakan anggaran bantuan pemerintah, lulusan SMK dari berbagai bidang diharap menjadi pelopor dalam mendorong kualifikasi keterampilan tenaga kerja ke tingkat mutu yang dibutuhkan dunia usaha.

“Tugas SMK untuk improv kurikulum menyangkut profesi yang dikembangkan. Jadi BNSP mendorong terus ke kualifikasi profesinya SMK,” kata Hendra Pribadi, anggota BNSP Komisi Sertifikasi, saat memberikan lisensi kepada 8 SMK di Jawa Tengah, Senin (9/10).

Menurutnya dengan bekerjasama dengan Jerman, pihaknya bisa memberikan gambaran bagaimana menyelenggarakan pendidikan berbasis kompetensi dengan menganut sistem ganda.

BNSP melihat kualifikasi profesi untuk memastikan keluaran dari program yang diselenggarakan SMK bisa disertifikasi sehingga bisa menghasilkan ijazah dan sertifikat kompetensi.

“Harapan lainnya sertifikasi memberika nilai lebih setelah mereka lulus SMK,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto menjelaskan, uji kompetensi di delapan SMK yang sudah mendapatkan lisensi tak dipungut biaya.

Ia mengatakan keuntungan kompetensi standar Jerman adalah dengan sistem ganda pendidikan, yakni di sekolah dan industri sehingga yang dihasilkan akan lebih baik dan siap di dunia kerja.

“11.000 siswa SMK tersebut sampai akhir tahun bisa terealisasi dan harapannya mereka jadi ambassador untuk diimplementasikan di daerah lain,” katanya.

Comment

Berita Lainnya