by

107 Warga Korban Keracunan Makanan Masih Dirawat

-Daerah-dibaca 102.83Rb kali | Dibagikan 27 Kali

123

 

PURBALINGGA-Jumlah warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Purbalingga yang mengalami keracunan makanan bertambah. Hingga Senin (23/5) terdata sebanyak 107 warga menjalani perawatan intensif. Sebagian besar menjalani rawat inap di RSUD Purbalingga.

“Jika pada Minggu (22/5) kami mendata terdapat 90 warga yang dirawat. Hari ini (kemarin-red) terdapat 17 warga yang juga dirujuk ke rumah sakit. Sebagian ada yang di RSUD, namun ada juga yang di rumah sakit swasta,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, dr Nonot Mulyono, Senin (23/5).

Diungkapkan warga yang mendapatkan perawatan rata-rata mengalami gejala pusing, mual dan perut sakit. Mereka juga mengaku mengalami gejala tersebut usai menyantap makanan dari hajatan. Berdasarkan laporan, makanan dari hajatan itu dibawa pulang. “Sebagian besar dimakan bersama-sama keluarga,” ungkapnya.

Nonot mengatakan bertambahnya jumlah korban keracunan menyebabkan musibah tersebut masuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajaran rumah sakit yang merawat korban keracunan itu untuk melakukan penanganan yang cepat dan tanggap.

“Korban yang dirawat sebagian besar anak-anak serta kaum lanjut usia (lansia). Makanya harus kita pantau terus kondisinya,” ujarnya.

Seperti diberitakan puluhan warga Desa Binangun Kecamatan Mrebet, Purbalingga mengalami gejala seperti keracunan. Kondisi tersebut terjadi setelah warga menyantap hidangan dalam sebuah acara pengajian di rumah Wahyu Surip RT 5 RW 1, Sabtu (21/5) malam. Para korban mengeluhkan perutnya sakit, mual dan kepalanya pusing usai menyanyap menu makanan yang dihidangkan saat pengajian berupa nasi  beserta lauk yang terbungkus kotak sterefoam . Makanan tersebut  terdiri dari nasi kuning, satu butir telor ayam balado, sayur tempe kering, kerupuk udang dan buah jeruk.

“Sampel makanan yang diperkirakan menjadi penyebab keracunan sudah kami kirimkan ke laboratorium untuk diteliti. Dalam beberapa hari ke depan kita akan tahu apa yang menyebabkan warga mengalami keracunan,’ tuturnya.

Bupati Tasdi dan Wabup Dyah Hayuning Pratiwi kembali menjenguk korban keracunan di RSUD Purbalingga. Tasdi menegaskan pihaknya sudah meminta kepada jajaran Dinkes dan rumah sakit untuk menanggung biaya perawatan seluruh korban keracunan. “Mereka harus dirawat hingga sembuh dan tidak boleh dipungut biaya,” imbuhnya.

Comment

Berita Lainnya